Selasa, 28 Maret 2017

MAKALAH Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita sampaikan kepada Allah SWT. Yang mana ia telah memberikan hidayah dan inayah-Nya bagi saya melalui ilmu-Nya yang maha luas sehingga saya bisa menulis makalah tentang “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”. Shalawat serta salam saya tujukan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa saya pada agama yang lurus. Makalah ini merupakan suatu tugas dari mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia dan melalui makalah ini saya berusaha menyampaikan sedikit uraian tentang Teori Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. saya ucapkan terima kasih kepada ibu dosen pengajar Sistem Ekonomi indonesia yang telah membagi ilmunya kepada saya serta memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat makalah ini.
Dan saya ucapkan terima kasih kepada sumber yang telah saya jadikan sebagai rujukan dalam pengembangan pembuatan makalah ini. Adapun sumber dari proses penulisan ini telah saya sertakan dalam daftar pustaka.
Akhirnya saya berharap makalah ini menjadi kontribusi positif, melahirkan inovasi dan memberikan inspirasi kepada pembaca.

                                         

                                                                                       Palangka Raya,   Oktober 2015


Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................    i
DAFTAR ISI.............................................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................    1
1.1 Latar Belakang............................................................................................    1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................    1
1.3 Tujuan Penulisan.........................................................................................    2
1.4 Metode Penulisan.......................................................................................    2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................    3
2.1 Teori Pertumbujan Ekonomi.......................................................................    3
2.2  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia..............................................................    9
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia................ 10
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 12
3.2 Saran........................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Selama ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang belum terpecahkan, seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan rata-rata masih rendah, pelayanan  kesehatan masih kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan  yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan.
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua istilah yang berbeda, sekalipun ada beberapa ahli mengatakan sama. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembanguanan ekonomi. Jadi akan ada pertumbuhan ekonomi jika ada pembangunan ekonomi dimana pembangunan ekonomi itu mengakibatkan perubahan-perubahan pada sektor ekonomi. Pendirian industri-industri baru dan meningkatnya kegiatan ekspor dan impor akan membawa perubahan dalam sektor industri dan sektor perdagangan. Sektor pertanian juga akan berubah melalui pembangunan di bidang sarana dan prasarana, seperti penambahan ruasa jalan. Dari permasalahan diatas penulis tertarik untuk membahas judul tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

1.2        Rumusan Masalah
1.      Bagaimana teori pertumbuhan ekonomi?
2.      Bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia?
3.      Bagaimana factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia?


1.3        Tujuan Penulisan
1.      Dapat membedakan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi.
2.      Dapat menghitung pertumbuhan ekonomi.
3.      Dapat mengetahui factor-factor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan di Indonesia.

1.4        Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu menggunakan metode kepustakan dan juga melewati internet untuk  mencari bahan atau materi yang diperlukan.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Cara mengukur pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.
Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan.Terdapat  beberapa teori menurut para ahli yang mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut:
1.      Werner Sombart (1863-1947)
Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
a.       Masa perekonomian tertutup
Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.Individu atau masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
-          Kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
-          Setiap individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
-          Belum ada pertukaran barang dan jasa
b.      Masa kerajinan dan pertukangan
Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban.Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing.Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa.Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan. Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
-          Meningkatnya kebutuhan manusia
-          Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
-          Timbulnya pertukaran barang dan jasa
-          Pertukaran belum didasari profit motive
c.       Masa kapitalis
Pada masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis).Dalam menjalankan usahanya kaum kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh).Produksi yang dilakukan oleh kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat masa sebagai berikut:
1.      Tingkat prakapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
-          Kehidupan masyarakat masih statis
-          Bersifat kekeluargaan
-          Bertumpu pada sektor pertanian
-          Bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri
-          Hidup secara berkelompok
2.      Tingkat kapitalis
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
-           Kehidupan masyarakat sudah dinamis
-          Bersifat individual
-          Adanya pembagian pekerjaan
-          Terjadi pertukaran untuk mencari keuntungan
3.      Tingkat kapitalisme raya
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
-          Usahanya semata-mata mencari keuntungan
-          Munculnya kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
-          Produksi dilakukan secara masal dengan alat modern
-          Perdagangan mengarah kepada ke persaingan monopoli
-          Dalam masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
4.      Tingkat kapitalisme akhir
Masa ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
-          Munculnya aliran sosialisme
-          Adanya campur tangan pemerintah dalam ekonomi
-          Mengutamakan kepentingan bersama
2.      Friedrich List (1789-1846)
Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
a.       Masa berburu dan pengembaraan
b.      Masa beternak dan bertani
c.       Masa bertani dan kerajinan
d.      Masa kerajinan, industri, perdagangan



3.       Karl Butcher (1847-1930)
Menurut Karl Bucher, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
a.       Masa rumah tangga tertutup
b.      Rumah tangga kota
b.      Rumah tangga bangsa
c.       Rumah tangga dunia
4.      Walt Whiteman Rostow (1916-1979)
W.W.Rostow mengungkapkan teori pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai berikut:
a.   Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
-          Merupakan masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi yang terbatas.
-          Belum ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
-          Terdapat suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
b.      Masyarakat pra kondisi untuk periode lepas landas (the preconditions for take off)
-          Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses transisi.
-          Sudah mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
c.       Periode Lepas Landas (The take off)
-           Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
-          Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
-          Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
-          Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional.
-          Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi dengan cepat.
d.       Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
-          Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
-          Investasi efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan investasi ini berlangsung secara cepat.
-          Output dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
-          Barang-barang yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
-          Tingkat perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad masa take off dengan penerapan teknologi modern
e.        Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass consumption)
-          Sektor-sektor industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
-          Pendapatn riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
-          Kesempatan kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
-          Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi
5.      Teori Klasik dan Neo Klasik
a.       Teori Klasik
Ø  Adam Smith
Teori Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.


Ø  David Ricardo
Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
b.      Teori Neoklasik
Ø  Robert Solow
Robert Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil atau output.Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif.Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
Ø  Harrord Domar
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.




2.2       Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
1.         Pertumbuhan ekonomi indonesia 2011
Sepanjang 2011 lalu Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2011 lalu sebesar 6,5%. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 tercatat sebesar 6,5% dengan pembentukan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.931,3 triliun. Secara kumulatif, PDB Indonesia pada 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp 2.463,2 triliun. pada 2011 lalu terjadi pertumbuhan di semua sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 10,7%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 9,2%, sedangkan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 6,8%.
2.                  Pertumbuhan ekonomi indonesia 2012
            Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2012 sebesar 6,23 persen. Angka tersebut turun dibandingkan sepanjang 2011 sebesar 6,5 persen. Penurunan ini disebabkan sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 23,06 persen karena siklus musiman. Pertumbuhan terjadi di semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 9,98 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 1,49 persen. Sementara PDB tanpa migas tahun 2012 sebesar 6,81 persen. Jumlah total produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2012 adalah Rp 8.241,9 triliun, sementara Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 2.618,1 triliun. Dari sisi komponen pertumbuhan ekonomi di 2012 adalah konsumsi tumbuh 5,28 persen, belanja pemerintah 1,25 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi tumbuh 9,8 persen, ekspor tumbuh 2,01 persen dan impor 6,65 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya moratorium PNS, sehingga belanja pemerintah tidak terlalu tinggi. Ekspor memang rendah sehingga terjadi defisit. Jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 2012 berasal dari konsumsi dan investasi.
3.                  Pertumbuhan ekonomi indonesia 2013
            Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus turun. Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2011, dan 6,23 persen pada 2012, pertumbuhan ekonomi 2013 berada dibawah 6 persen.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2013 sebesar hanya 5,78 persen. Angka tersebut turun dibandingkan sepanjang 2013 sebesar 6,23 persen. Lebih lanjut dia mengatakan, pertumbuhan terjadi di semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,19 persen, dengan nilai Rp 292,4 triliun. Berturut-turut disusul sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan pertumbuhan 7,56 persen, dengan nilai Rp 272,1 triliun.  Sektor ketiga yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah konstruksi, di mana mencatat pertumbuhan 6,57 persen dengan nilai Rp 182,1 triliun.  Sementara itu pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian tercatat paling kecil sebesar 1,34 persen dengan nilai Rp 195,7 triliun
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014, dengan tahun dasar 2010 sebesar 5,02 persen. Hal itu tidak sesuai dengan target pemerintah, yang mematok pertumbuhan ekonomi sepanjang 2014 mencapai 5,5 persen. Pertumbuhan pertanian dibanding 2013 sedikit menurun tapi masih stabil, dipicu subsektor perkebunan, di mana masih ada permintaan tinggi meski harga CPO turun. Perikanan dan hortikultura masih cukup bagus, sehingga masih stabil.

2.3        Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
1.      Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2.      Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.      Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.      Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5.      Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah masalah jangka panjang suatu negara.Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu faktor yang menentukan pembangunan ekonomi.Semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu negara maka semakin baik pula pembangunan ekonomi di negara tersebut.Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.Terdapat banyak faktor yang mendorong dan menghambat pertumbuhan ekonomi.Diperlukan usaha untuk dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber daya di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

3.2       Saran
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pemerintah dibantu rakyat Indonesia harus dapat mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber daya yang ada di Indonesia.Kebijakan pemerintah sangat berperan penting dalam usaha tersebut. Pemerintah harus mampu memberantas korupsi yang merupakan faktor utama penghambat pertumbuhan ekonomi, selain itu pemerintah haruslah mengembangkan infrastruktur, meningkatkan taraf pendidikan masyarakat agar kualitas sumber daya manusia Indonesia meningkat sehingga mampu mengelola sumber daya alam Indonesia secara optimal bukan dikeloka oleh negara lain, serta merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.






DAFTAR PUSTAKA

Sukirno,Sadono. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Subandi. 2005. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: Alfabeta
KUMPULAN MAKALAH RODLIAL RAMDHAN T.A.: Makalah Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia.
Dian Fuedsi: Makalah Pertumbuhan Ekonomi.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar