KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kita sampaikan kepada Allah SWT. Yang mana ia telah memberikan hidayah dan
inayah-Nya bagi saya melalui ilmu-Nya yang maha luas sehingga saya bisa menulis
makalah tentang “Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia”. Shalawat serta salam saya tujukan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa saya pada agama yang lurus. Makalah ini merupakan suatu tugas
dari mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia dan melalui makalah ini saya berusaha
menyampaikan sedikit uraian tentang Teori Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia, Factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. saya ucapkan
terima kasih kepada ibu dosen pengajar Sistem Ekonomi indonesia yang telah
membagi ilmunya kepada saya serta memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat
makalah ini.
Dan saya
ucapkan terima kasih kepada sumber yang telah saya jadikan sebagai rujukan
dalam pengembangan pembuatan makalah ini. Adapun sumber dari proses penulisan
ini telah saya sertakan dalam daftar pustaka.
Akhirnya
saya berharap makalah ini menjadi kontribusi positif, melahirkan inovasi dan
memberikan inspirasi kepada pembaca.
Palangka Raya, Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1
Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2
Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3
Tujuan Penulisan......................................................................................... 2
1.4
Metode Penulisan....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
2.1 Teori Pertumbujan Ekonomi....................................................................... 3
2.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.............................................................. 9
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia................
10
BAB III PENUTUP..................................................................................................
12
3.1 Kesimpulan.................................................................................................
12
3.2 Saran...........................................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
13
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Selama
ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil menunjukkan laju pertumbuhan
ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih banyak permasalahan pembangunan yang
belum terpecahkan, seperti : tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian
pendapatan tambah tidak merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut,
tingkat pendidikan rata-rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih
kurang, dan sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya
sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan kemiskinan, yang
terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini memprihatinkan, banyak
ahli ekonomi pembangunan yang mulai mempertanyakan arti dari pembangunan.
Pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua istilah yang berbeda, sekalipun
ada beberapa ahli mengatakan sama. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu
indikator dari keberhasilan pembanguanan ekonomi. Jadi akan ada pertumbuhan
ekonomi jika ada pembangunan ekonomi dimana pembangunan ekonomi itu
mengakibatkan perubahan-perubahan pada sektor ekonomi. Pendirian
industri-industri baru dan meningkatnya kegiatan ekspor dan impor akan membawa
perubahan dalam sektor industri dan sektor perdagangan. Sektor pertanian juga
akan berubah melalui pembangunan di bidang sarana dan prasarana, seperti
penambahan ruasa jalan. Dari permasalahan diatas penulis tertarik untuk
membahas judul tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
1.2
Rumusan Masalah
1. Bagaimana teori pertumbuhan ekonomi?
2. Bagaimana pertumbuhan ekonomi
Indonesia?
3. Bagaimana factor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi Indonesia?
1.3
Tujuan Penulisan
1. Dapat membedakan pertumbuhan ekonomi
dan perkembangan ekonomi.
2. Dapat menghitung pertumbuhan
ekonomi.
3. Dapat mengetahui factor-factor apa
saja yang mempengaruhi pertumbuhan di Indonesia.
1.4
Metode Penulisan
Metode yang
digunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu
menggunakan metode kepustakan dan juga melewati internet
untuk mencari bahan atau materi yang
diperlukan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses
perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju
keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat
diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian
yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan
ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Cara mengukur
pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara
secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan,
misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang
berjalan dengan tahun sebelumnya.
Teori dibangun berdasarkan
pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan sebagai dasar untuk
memprediksi dan membuat suatu kebijakan.Terdapat beberapa teori menurut para ahli yang
mengungkapkan tentang konsep pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut
sebagai berikut:
1.
Werner Sombart (1863-1947)
Menurut Werner Sombart pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
a. Masa perekonomian tertutup
Pada masa ini, semua kegiatan
manusia hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.Individu atau
masyarakat bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi
pertukaran barang atau jasa. Masa pererokoniam ini memiliki ciri-ciri:
-
Kegiatan
manusia untuk memenuhi kebutuhan sendiri
-
Setiap
individu sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen
-
Belum
ada pertukaran barang dan jasa
b. Masa kerajinan dan pertukangan
Pada
masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara kuantitatif maupun
secara kualitatif akibat perkembangan peradaban.Peningkatan kebutuhan tersebut
tidak dapat dipenuhi sendiri sehingga diperlukan pembagian kerja yang sesuai
dengan keahlian masing-masing.Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang
dan jasa.Pertukaran barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan
untuk mencari keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan.
Masa kerajinan dan pertukangan memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
-
Meningkatnya
kebutuhan manusia
-
Adanya
pembagian tugas sesuai dengan keahlian
-
Timbulnya
pertukaran barang dan jasa
-
Pertukaran
belum didasari profit motive
c. Masa kapitalis
Pada
masa ini muncul kaum pemilik modal (kapitalis).Dalam menjalankan usahanya kaum
kapitalis memerlukan para pekerja (kaum buruh).Produksi yang dilakukan oleh
kaum kapitalis tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhanya, tetapi sudah
bertujuan mencari laba. Werner Sombart membagi masa kapitalis menjadi empat
masa sebagai berikut:
1.
Tingkat
prakapitalis
Masa ini
memiliki beberapa ciri, yaitu:
-
Kehidupan
masyarakat masih statis
-
Bersifat
kekeluargaan
-
Bertumpu
pada sektor pertanian
-
Bekerja
untuk memenuhi kebutuhan sendiri
-
Hidup
secara berkelompok
2. Tingkat kapitalis
Masa
ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
-
Kehidupan masyarakat sudah dinamis
-
Bersifat
individual
-
Adanya
pembagian pekerjaan
-
Terjadi
pertukaran untuk mencari keuntungan
3. Tingkat kapitalisme raya
Masa
ini memiliki beberapa ciri, yaitu:
-
Usahanya
semata-mata mencari keuntungan
-
Munculnya
kaum kapitalis yang memiliki alat produksi
-
Produksi
dilakukan secara masal dengan alat modern
-
Perdagangan
mengarah kepada ke persaingan monopoli
-
Dalam
masyarakat terdapat dua kelompok yaitu majikan dan buruh
4. Tingkat kapitalisme akhir
Masa
ini memiliki beberapa ciri, yaitu :
-
Munculnya
aliran sosialisme
-
Adanya
campur tangan pemerintah dalam ekonomi
-
Mengutamakan
kepentingan bersama
2.
Friedrich List (1789-1846)
Menurut Friendrich List, pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa dapat dibagi menjadi empat tahap sebagai berikut:
a. Masa berburu dan pengembaraan
b. Masa beternak dan bertani
c. Masa bertani dan kerajinan
d. Masa kerajinan, industri,
perdagangan
3.
Karl
Butcher (1847-1930)
Menurut Karl Bucher, pertumbuhan
ekonomi suatu bangsa dapat dibedakan menjadi empat tingkatan sebagai berikut:
a. Masa rumah tangga tertutup
b. Rumah tangga kota
b. Rumah tangga bangsa
c. Rumah tangga dunia
4.
Walt Whiteman Rostow (1916-1979)
W.W.Rostow mengungkapkan teori
pertumbuhan ekonomi dalam bukunya yang bejudul The Stages of Economic Growth
menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian dibagi menjadi 5 (lima) sebagai
berikut:
a. Masyarakat Tradisional (The Traditional
Society)
-
Merupakan
masyarakat yang mempunyai struktur pekembangan dalam fungsi-fungsi produksi
yang terbatas.
-
Belum
ada ilmu pengetahuan dan teknologi modern
-
Terdapat
suatu batas tingkat output per kapita yang dapat dicapai
b. Masyarakat pra kondisi untuk periode
lepas landas (the preconditions for take off)
-
Merupakan
tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang berada dalam proses
transisi.
-
Sudah
mulai penerapan ilmu pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru,
baik di bidang pertanian maupun di bidang industri.
c. Periode Lepas Landas (The take off)
-
Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk emndobrak
penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
-
Kekuatan-kekuatan
yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi diperluas
-
Tingkat
investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat meningkat
-
Investasi
efektif serta tabungan yang bersifat produktif meningkat atau lebih dari jumlah
pendapatan nasional.
-
Industri-industri
baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada mengalami ekspansi
dengan cepat.
d. Gerak Menuju Kedewasaan (Maturity)
-
Merupakan
perkembangan terus menerus daimana perekonoian tumbuh secaa teratur serta
lapangan usaha bertambah luas dengan penerapan teknologi modern.
-
Investasi
efektif serta tabungan meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional
dan investasi ini berlangsung secara cepat.
-
Output
dapat melampaui pertamabahn jumlah penduduk
-
Barang-barang
yang dulunya diimpor, kini sudah dapat dihasilkan sendiri.
-
Tingkat
perekonomian menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pad
masa take off dengan penerapan teknologi modern
e. Tingkat Konsumsi Tinggi (high mass
consumption)
-
Sektor-sektor
industri emrupakan sektor yang memimpin (leading sector) bergerak ke arah
produksi barang-barang konsumsi tahan lama dan jasa-jasa.
-
Pendapatn
riil per kapita selalu meningkat sehingga sebagian besar masyarakat mencapai
tingkat konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan
pangan.
-
Kesempatan
kerja penuh sehingga pendapata nasional tinggi.
-
Pendapatan
nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi tinggi
5.
Teori Klasik dan Neo Klasik
a. Teori Klasik
Ø Adam Smith
Teori
Adam Smith beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada
adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka akan
terdapat pertambahan output atau hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam
bukunya yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of
Nations.
Ø David Ricardo
Ricardo berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang
semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan
jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah
menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup
minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state).
Teori David Ricardo ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Principles
of Political and Taxation.
b. Teori Neoklasik
Ø Robert Solow
Robert
Solow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang
bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil
atau output.Adapun pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif dan dapat
berdampak negatif.Oleh karenanya, menurut Robert Solow pertambahan penduduk
harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
Ø Harrord Domar
Teori
ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan
ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.Teori ini
juga membahas tentang pendapatan nasional dan kesempatan kerja.
2.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
1. Pertumbuhan ekonomi indonesia 2011
Sepanjang 2011 lalu Indonesia masih mampu mencatat
pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2011 lalu sebesar 6,5%. Laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 tercatat sebesar 6,5% dengan
pembentukan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp
1.931,3 triliun. Secara kumulatif, PDB Indonesia pada 2011 berdasarkan harga
berlaku mencapai Rp 7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar
Rp 2.463,2 triliun. pada 2011 lalu terjadi pertumbuhan di semua sektor ekonomi.
Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh
10,7%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 9,2%, sedangkan sektor
keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 6,8%.
2.
Pertumbuhan
ekonomi indonesia 2012
Badan
Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2012
sebesar 6,23 persen. Angka tersebut turun dibandingkan sepanjang 2011 sebesar
6,5 persen. Penurunan ini disebabkan sektor pertanian mengalami penurunan cukup
signifikan sebesar 23,06 persen karena siklus musiman. Pertumbuhan terjadi di
semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan
komunikasi sebesar 9,98 persen dan terendah di sektor pertambangan dan
penggalian 1,49 persen. Sementara PDB tanpa migas tahun 2012 sebesar 6,81
persen. Jumlah total produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2012 adalah Rp
8.241,9 triliun, sementara Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 2.618,1
triliun. Dari sisi komponen pertumbuhan ekonomi di 2012 adalah konsumsi tumbuh
5,28 persen, belanja pemerintah 1,25 persen, pembentukan modal tetap bruto atau
investasi tumbuh 9,8 persen, ekspor tumbuh 2,01 persen dan impor 6,65 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya moratorium PNS,
sehingga belanja pemerintah tidak terlalu tinggi. Ekspor memang rendah sehingga
terjadi defisit. Jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 2012 berasal dari
konsumsi dan investasi.
3.
Pertumbuhan ekonomi indonesia 2013
Pertumbuhan
ekonomi Indonesia terus turun. Setelah mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen
pada 2011, dan 6,23 persen pada 2012, pertumbuhan ekonomi 2013 berada dibawah 6
persen. Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2013 sebesar hanya 5,78
persen. Angka tersebut turun dibandingkan sepanjang 2013 sebesar 6,23 persen.
Lebih lanjut dia mengatakan, pertumbuhan terjadi di semua sektor ekonomi dengan
pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,19
persen, dengan nilai Rp 292,4 triliun. Berturut-turut disusul sektor keuangan,
real estate dan jasa perusahaan dengan pertumbuhan 7,56 persen, dengan nilai Rp
272,1 triliun. Sektor ketiga yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah
konstruksi, di mana mencatat pertumbuhan 6,57 persen dengan nilai Rp 182,1
triliun. Sementara itu pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian
tercatat paling kecil sebesar 1,34 persen dengan nilai Rp 195,7 triliun
Badan Pusat Statistik (BPS)
melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014, dengan tahun dasar
2010 sebesar 5,02 persen. Hal itu tidak sesuai dengan target pemerintah, yang
mematok pertumbuhan ekonomi sepanjang 2014 mencapai 5,5 persen. Pertumbuhan
pertanian dibanding 2013 sedikit menurun tapi masih stabil, dipicu subsektor
perkebunan, di mana masih ada permintaan tinggi meski harga CPO turun.
Perikanan dan hortikultura masih cukup bagus, sehingga masih stabil.
2.3 Faktor-Faktor
Pertumbuhan Ekonomi
1. Faktor
Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan
ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor
terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan
tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan
memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor
Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada
sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya
alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak
didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam
yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah,
kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3. Faktor Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola
kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin
canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian
aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada
percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor
Budaya
Faktor
budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang
dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses
pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat
mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur,
ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan
diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya
Modal
Sumber daya
modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK.
Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan
dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat
meningkatkan produktivitas.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah
masalah jangka panjang suatu negara.Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu faktor
yang menentukan pembangunan ekonomi.Semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu
negara maka semakin baik pula pembangunan ekonomi di negara tersebut.Adanya
pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan
ekonomi.Terdapat banyak faktor yang mendorong dan menghambat pertumbuhan
ekonomi.Diperlukan usaha untuk dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber
daya di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
3.2
Saran
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Indonesia pemerintah dibantu rakyat Indonesia harus dapat mengoptimalkan
penggunaan sumber-sumber daya yang ada di Indonesia.Kebijakan pemerintah sangat
berperan penting dalam usaha tersebut. Pemerintah harus mampu memberantas
korupsi yang merupakan faktor utama penghambat pertumbuhan ekonomi, selain itu
pemerintah haruslah mengembangkan infrastruktur, meningkatkan taraf pendidikan
masyarakat agar kualitas sumber daya manusia Indonesia meningkat sehingga mampu
mengelola sumber daya alam Indonesia secara optimal bukan dikeloka oleh negara
lain, serta merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Sukirno,Sadono. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Subandi. 2005. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: Alfabeta
KUMPULAN MAKALAH RODLIAL RAMDHAN T.A.: Makalah Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia.
Dian Fuedsi:
Makalah Pertumbuhan Ekonomi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar